PhotobucketSelamat Datang di Situs BENANG BIRU - Jalani Semua Dengan Apa Adanya Dan Lapang DadaPhotobucket

Sabtu, 09 Juni 2012

Sesungguhnya Kemerdekaan Belum Milik Kita Semua

Merdeka (adjektiva), seperti yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun 1995, bermakna bebas, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat.

Merdeka, bukan terikat, yang membuat kita merasa menjadi manusia seutuhnya.

Bangsa ini memang sudah secara de facto dan de jure terlepas dari penjajahan bangsa asing. Bangsa ini memang sudah merdeka. .

Tataplah ke bawah, dan jangan Saudara mendongak ke atas. Masih kah Saudara merasa mereka sudah merdeka? Jauh panggang dari api, jauh dari kata merdeka.

Bersenang-senang kita dengan sejumlah uang yang kita punyai, tertawa kita dengan hiburan yang menghampiri. Di luar sana, jutaan rakyat mengais sampah demi sesuap nasi. Banyak lainnya kering kerontang yang diperhalus oleh pihak-pihak tertentu dengan sebutan rawan pangan. Sudah merdeka kah mereka?

Di saat kita terteduhi oleh atap yang nyaman, di Wamena sana satu buah sak semen berharga satu juta rupiah membuat pembangunan berjalan lamban. Di saat kita sibuk memilih operator telepon seluler mana yang mau kita gunakan, di luar sana bagi beberapa saudara kita tiwul atau nasi aking gantikan nasi untuk dimakan. Merdeka kah saudara-saudara kita di luar sana?

Terpintarkan oleh jasa guru, tetapi lagu Guru Omar Bakri ciptaan Iwan Fals pun hingga detik ini masih sahih sebagai refleksi keadaan nyata yang tak ragu. Masih kah negara ini merupakan negara agraris di saat para petani nasibnya selalu meringis?

Sudah merdeka kah Saudara? Sudah merdeka kah kita? Merdekakan saudara-saudara kita. Merdekakan para hamba sahaya.



Selengkapnya...

 
  • Photobucket" alt="Photobucket" />" title="This is featured post 1 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 1 Description." />